Cara Menggunakan Alat Pengecek Gula Darah

Cara Menggunakan Alat Pengecek Gula Darah – Jakarta (ANTARA) – Dokter Patologi Klinis Dr. Reiva Wisdharilla, Sp.PK menjelaskan tiga kesalahan umum saat seseorang memeriksa kadar gula darahnya secara mandiri menggunakan alat pengukur gula darah.

Reiva mengatakan, kesalahan ini terlihat kecil, namun jika disalahgunakan bisa menimbulkan hasil yang tidak valid. Selain gula darah, kesalahan berikut ini juga berlaku pada self diagnosis lain yang menggunakan sampel darah dari ujung jari, seperti pemeriksaan kadar kolesterol, trigliserida, dan asam urat.

Cara Menggunakan Alat Pengecek Gula Darah

“Sebenarnya kalau tesnya kita lakukan dengan benar, hasilnya valid. Tapi banyak kendala, ternyata ada beberapa kesalahan dalam tes yang tidak kita sadari. Itu kesalahan kecil, tapi itu bisa mempengaruhi hasilnya, meski tidak terlalu tinggi atau rendah. bisa,” kata dokter RSUPN dr Cipto Mangunkusumo dalam forum online yang dihadirinya di Jakarta, Rabu.

Jual Alat Cek Gula Darah Alat Cek Kolesterol Alat Cek Asam Urat

Kesalahan pertama adalah tidak menunggu alkohol di jari mengering dengan sendirinya. Ia mengingatkan pengguna untuk mencuci tangan sebelum mengoleskan alkohol ke jari, karena tangan yang kotor dapat mempengaruhi pembacaan hasil.

Baca juga: Mengelola Diabetes Bukan Hanya Soal Gula, Baca Juga: Tiga Gejala Umum Diabetes yang Mengharuskan Anda Cek Gula Darah.

Nantinya, selama proses pengeringan, alkohol tidak boleh ditiup karena dapat menyebabkan serangga dari mulut menyentuh luka di ujung jari dan menyebabkan infeksi.

Reiva menjelaskan, pengguna sebaiknya menunggu 30 detik setelah mengoleskan alkohol. Masa ini diperlukan untuk memastikan mikroba di permukaan kulit benar-benar mati, sehingga kemungkinan terjadinya infeksi dapat dihindari.

Ilmuwan Ciptakan Tes Gula Darah Tanpa Rasa Sakit, Seperti Apa?

Selain itu, alkohol yang masih basah di permukaan kulit juga akan menimbulkan sensasi terbakar saat jarum ditusukkan ke ujung jari. Yang paling mematikan, kata Reiva, alkohol yang masih basah juga bisa membatalkan hasil tes.

Ia menjelaskan, beberapa alat pengujian dapat mendeteksi cairan seperti glukosa sehingga memberikan hasil positif palsu. Ada juga alat pengujian yang tidak dapat membaca alkohol cair, seperti glukosa, yang dapat memberikan hasil yang sangat rendah jika alkohol dicampur dengan sampel darah.

“Jadi satu saja, kalau tidak menunggu alkoholnya benar-benar kering, banyak hal yang bisa terjadi. Pertama, kita bisa berisiko tertular. Kedua, jari-jarinya sakit sekali. Ketiga, hasil glukosanya bisa. tidak akurat. “Itu hanya sebuah kesalahan” kata Reiva.

Kesalahan yang kedua adalah kesalahan dalam pelaksanaan pembakaran. Menurut Reiva, jika sampel darah yang keluar sedikit, tidak bisa dikeluarkan dengan menjepit ujung jari. Hal ini dapat menimbulkan hasil positif palsu karena terdapat cairan jaringan selain darah saat ujung jari ditekan.

See also  Cara Unreg Kartu Telkomsel Yang Hilang Tanpa Ke Grapari

Rekomendasi Alat Cek Gula Darah Dan Cara Menggunakannya

“Cairan jaringan ini berbeda dengan darah. “Yang sebenarnya ingin kita ukur adalah gula darah atau kolesterol atau trigliserida atau asam urat,” ujarnya.

Oleh karena itu, Reiva menyarankan pengguna untuk tidak ragu atau merasa terintimidasi saat memasukkan jarum ke ujung jari. Menurutnya, perbedaan jumlah jarum tidak begitu penting. Cobalah untuk memastikan jarum menembus kulit sepenuhnya untuk mendapatkan sampel darah yang dapat diandalkan.

Kesalahan terakhir adalah tidak memastikan sampel darah yang digunakan valid. Menurut Reiva, sampel darah yang dapat diandalkan adalah tetes darah kedua. Ketika darah pertama keluar setelah penyuntikan, lebih baik menyeka tetes pertama dengan kain kasa steril.

“Tetesan (tetes) kedua paling bisa diandalkan karena yang pertama kadang masih tercampur cairan jaringan. Jadi kalau memang kita mau pastikan yang paling bisa diandalkan adalah tetes kedua,” kata Reiva.

Perbandingan Alat Cek Gula Darah Dan Tips Cara Memilih

Baca Juga: Mengenali Diabetes Tidak Cukup Dari Gejalanya Saja Baca Juga: Kapan Saatnya Tes Gula Darah Untuk Mendeteksi Diabetes?Alat tes gula darah yang ada seringkali rumit dan perlu melukai jari. Kini terdapat inovasi alat pemantau glukosa non-invasif yang dapat dengan mudah memeriksa kadar gula darah tanpa melukai jari Anda.

Petugas kesehatan mengambil sampel darah para pedagang Pasar Tanah Abang saat melakukan tes kesehatan jelang vaksinasi Covid-19 di food court lantai 8 Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (16/2/2021). Tes skrining ini dilakukan untuk mengetahui apakah status kesehatan calon penerima vaksin memenuhi persyaratan. Faktor-faktor yang diuji meliputi tekanan darah, gula darah, tinggi badan dan lingkar pinggang, serta riwayat kesehatan orang yang mungkin menerima vaksin.

Gula darah tinggi merupakan salah satu penyebab penyakit diabetes. Data Survei Sampel Registrasi Kementerian Kesehatan tahun 2014 menunjukkan bahwa diabetes merupakan penyebab kematian ketiga di Indonesia sebesar 6,7 persen, setelah stroke (21,1 persen) dan penyakit jantung (12,9 persen).

Prevalensi diabetes di Indonesia juga cenderung meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 2007, jumlah penderita diabetes sebesar 5,7 persen, dan pada tahun 2013 meningkat sebesar 6,9 persen menjadi 9,1 juta orang. Sementara itu, International Diabetes Federation (IDF) mencatat pada tahun 2021 jumlah penderita diabetes di Indonesia mencapai 10,6 persen. . atau total 19,47 juta orang.

Kesalahan Yang Membuat Hasil Tes Gula Darah Tak Akurat

Berdasarkan statistik internasional, prevalensi diabetes di india menempati urutan kelima setelah China, India, Pakistan, dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan angka kejadian diabetes di Indonesia akan meningkat drastis menjadi 21,3 juta orang pada tahun 2030 jika tidak dilakukan tindakan yang tepat.

See also  Nonton The Walking Dead Season 2

Pemantauan berkala terhadap kadar gula darah dalam tubuh merupakan langkah penting dalam mencegah risiko diabetes. Tujuan dari tes gula darah ini adalah untuk mendeteksi tanda-tanda awal penyakit diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, dan diabetes gestasional (diabetes saat hamil). Dalam beberapa kasus, tes gula darah juga dapat digunakan untuk memeriksa hipoglikemia, atau suatu kondisi di mana gula darah terlalu rendah.

Pemancar cahaya NIR yang diserap oleh jaringan dermis kulit yang berisi informasi tentang glukosa darah akan ditangkap oleh fotodioda untuk mengubah nilai cahaya menjadi perubahan volume darah.

Saat ini telah banyak dikembangkan alat yang memungkinkan seseorang dapat memeriksa kadar gula darahnya secara mandiri. Namun sebagian besar alat yang digunakan masih rumit, rumit dan memerlukan peralatan yang banyak. Prosedur diagnostiknya juga melibatkan penusukan bagian tubuh, terutama jari, dengan jarum kecil untuk mengambil sampel darah.

Tips Memilih Glukometer Atau Alat Cek Gula Darah

Keterbatasan tersebut mendorong desainer dari Semudah Health untuk mengembangkan perangkat pemantauan glukosa darah mandiri (PGDM) yang disebut Nirgomo. Alat ini bekerja dengan menggunakan teknologi spektroskopi near-infrared (NIR) untuk mengukur kadar gula darah melalui sinyal photoplethysmography (PPG).

Gerbang 5 Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (24/11) Pengambilan sampel darah untuk pengendalian gula di ajang IDI Indonesia (Idinesia).

Raihan Ramadhan, salah satu pengembang inovasi ini mengatakan, penggunaan teknologi infra merah di Nirgomo tidak memerlukan tusukan jari untuk memeriksa gula darah. Dengan bantuan sistem machine learning, Nirgomo dapat menghitung kadar gula darah dengan akurasi tinggi.

Anda dapat memeriksa kadar gula Anda menggunakan Nirgomo dalam beberapa langkah sederhana. Sebelum menggunakannya, pengguna harus menginstal atau menginstal aplikasi terlebih dahulu di smartphone. Setelah itu, pengguna hanya perlu memasukkan jari ke Nirgomo sebentar dan hasilnya akan langsung muncul di aplikasi, lengkap dengan rekomendasi kesehatan.

Easy Touch Gcu / Alat Cek Darah 3in1

Menurut Raihan, pada tahun 2019, tim peneliti dan pengembang menerbitkan makalah di situs Institute of Electrical and Electronics Engineers (IEEE) tentang kinerja pasti Nirgomo. Hasil penelitian yang dilakukan, kinerja produk Nirgomo telah memenuhi standar ISO 15197 untuk sistem pemantauan glukosa darah untuk pengujian independen.

Nirgomo mengandung sinar infra merah dengan panjang gelombang 940 nanometer, cahaya pada panjang gelombang tersebut terbukti sensitif sehingga cahaya yang diserap berbanding lurus dengan konsentrasi gula dalam darah. Pemancar cahaya NIR yang diserap oleh jaringan dermis kulit yang berisi informasi tentang glukosa darah akan ditangkap oleh fotodioda untuk mengubah nilai cahaya menjadi perubahan volume darah.

See also  Cara Chat Gebetan Biar Nyaman

Proses selanjutnya adalah intensitas cahaya yang diserap dari lapisan dermis, yang dianalisis untuk memprediksi kadar glukosa. Dengan sistem pembelajaran mesinnya, Nirgomo akan mengubah nilai menjadi kadar gula darah menggunakan tujuh input.

Untuk membantu pengurusan izin distribusi alat kesehatan, kata Raihan, saat ini pihaknya sedang melakukan uji klinis bekerja sama dengan sejumlah puskesmas di Bandung, Sumedang, dan Tasikmalaya (Jawa Barat). Kemitraan ini berfokus pada pemulihan data sekaligus meningkatkan pengembangan sistem intelijen Nirgomo.

Alat Cek Darah 3in1 Elvasense Gcu

Jika tingkat komponen dalam negeri (TKDN) mencapai 49 persen, satu instrumen Nirgomo akan dijual Rp 1,5 juta. Namun penggunaan alat ini harus disertai dengan permintaan berlangganan sebesar Rp 50.000 per bulan. Aplikasi ini baru akan dirilis pada kuartal kedua tahun 2022. Sedangkan produksi massal Nirgomo dijadwalkan berlangsung pada kuartal II 2023.

Nirgomo pertama kali didirikan pada tahun 2018 oleh Semudah Health, sebuah perusahaan start-up yang bertujuan untuk menyediakan fasilitas kesehatan yang lebih baik bagi semua orang melalui inovasi dan teknologi. Pada tahun 2019, Nirgomo kemudian bergabung dengan dua lembaga inkubator yaitu The Greater Hub Batch 9 dan Institut Inovasi dan Pengembangan Kewirausahaan Teknologi Bandung (LPIK-ITB).

Setelah itu, pada tahun 2020, Nirgomo mendapat dana hibah dari program Startup Inovasi Indonesia dari Kementerian Riset dan Teknologi dan kini menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Dua tahun kemudian, Nirgomo menjadi salah satu dari lima inovasi terpilih pada ajang Health Innovation Sprint Accelerator 2022.

Health Innovation Sprint Accelerator merupakan program inkubasi inovator di bidang kesehatan yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Digital Transformation Office (DTO). Kegiatan ini juga bekerja sama dengan United Nations Development Organization (UNDP) dan didukung oleh Pemerintah Jepang.

Alat Cek Gula Darah Sinocare Safe Aq Pro I + Strip

Saat menghadiri Demo Day Health Innovation Sprint Accelerator 2022 di Jakarta akhir Maret lalu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadik mengatakan Kementerian Kesehatan menggalakkan pemanfaatan produk inovasi dan teknologi sebagai peluang dan investasi jangka panjang. Di sisi lain, penggunaan produk-produk inovatif juga untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Budi berharap acara presentasi produk inovasi tersebut dapat berlangsung

Pengecek gula darah, alat pengecek gula darah, alat pengecek gula, alat pengecek kadar gula, alat pengecek gula darah kolesterol dan asam urat, harga alat pengecek gula darah, alat pengecek gula darah dan kolesterol, alat pengecek gula darah yang bagus, alat pengecek gula darah digital, harga pengecek gula darah, nama alat pengecek gula darah, aplikasi pengecek gula darah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *