Bolehkah Zakat Penghasilan Diberikan Kepada Orang Tua

Bolehkah Zakat Penghasilan Diberikan Kepada Orang Tua – Waktunya telah tiba untuk membayar zakat, namun apakah Anda bingung harus menyalurkan zakatnya ke mana? Mendapatkan kabar dari orang tua jika ada anggota keluarga yang mengalami kesulitan. Saya ingin membantu, tapi saya sudah punya uang untuk membayar zakat. Bolehkah Zakat Dibagikan Kepada Keluarganya Sendiri? Apa hukumnya menurut Islam? Simak ulasannya di bawah ini!

Zakat merupakan ibadah wajib bagi seorang muslim yang telah memenuhi syaratnya. Syarat-syarat zakat haruslah muslim, merdeka, berakal sehat, matang, harta nisab dan ditarik. Tujuan zakat adalah mensucikan jiwa dan mensucikan harta.

Bolehkah Zakat Penghasilan Diberikan Kepada Orang Tua

Zakat Harta wajib hukumnya bagi seluruh umat Islam yang mempunyai penghasilan mandiri dan penghasilannya telah mencapai Nisab dan Tarik. Pada saat yang sama, Zakat Fitrah diwajibkan bagi seluruh umat Islam, termasuk anak-anak yang digendong oleh orang tuanya.

Perbedaan Zakat, Infaq Dan Sedekah

Dalam Zakat Fitrah, seorang muslim diperbolehkan mengeluarkan zakat keluarga. Artinya membayar zakat kepada orang tua yang tidak bekerja, istri dan anak tanggungan. Namun dalam mal zakat, terutang seluruhnya jika harta yang dimiliki sudah mencapai undian dan nisab.

Jika ada anggota keluarga yang mempunyai masalah, bolehkah kita memberinya uang Zakat? Golongan yang berhak menerima zakat ditegaskan dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60, “

Sesungguhnya Zakat hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang membutuhkan, orang-orang miskin, para pengelola zakat, orang-orang yang mencintai dengan hatinya, orang-orang yang (memerdekakan) hamba, orang-orang yang berhutang, orang-orang yang berada di jalan Allah dan di jalan. Wajib diperintahkan oleh Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui

Zakat umumnya ditunjukkan kepada delapan Asnaf menurut Surat At-Taubah. Namun Zakat Fitra diperuntukkan khusus bagi masyarakat miskin, agar kebutuhan pangan bisa tercukupi saat libur Idul Fitri.

Siapa Saja Kerabat Yang Boleh Disalurkan Zakat Dan Manakah Yang Tidak Boleh?

Zakat dibolehkan dibagikan kepada keluarga, dengan syarat-syarat tertentu. Berikut tata cara jika Anda ingin menyalurkan Zakat kepada keluarga Anda:

Pastikan keluarga yang menerima zakat termasuk dalam delapan asnaf, yaitu keluarga yang benar-benar membutuhkan uang zakat. Kedelapan asnaf ini diatur oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an surat At-Taubah ayat 60. Apabila anggota keluarga anda mampu, maka tidak boleh membagikan Zakat kepada anggota keluarga tersebut.

Membayar Zakat Harta ketika sudah mencapai Nisab. Ada dua jenis nisab zakat harta. Mal Zakat dibayarkan setiap bulan, dan Mal Zakat dibayarkan setiap tahun. Nisab zakat yang harus dibayarkan per bulan adalah 653 kg gabah. Misal 1 kg gabah harganya Rp lima ribu, maka 653 x 5.000 = Rp 3.175.000. Jika penghasilan bulanan Anda mencapai nisab 653 kg gabah, Anda harus mengeluarkan zakat 2,5%.

See also  Emulator Android Untuk Pc Ringan Ram 1gb

Sedangkan jika membayar zakat barang dengan nisab selama satu tahun, maka total pendapatan selama satu tahun harus mencapai 85 gram emas. Misalnya emas 1 gram harganya Rp 700 ribu, lalu emas 85 gram harganya Rp 59.500.000. Jika jumlah kekayaan dalam setahun sama dengan nilai 85 gram emas, maka wajib dikeluarkan zakatnya.

Golongan Orang Yang Berhak Dan Orang Yang Diharamkan Menerima Zakat, Siapa Saja?

Setiap perbuatan tidak hanya dilihat dari bentuk perbuatannya saja, tetapi juga dari niatnya. Jika Anda mengeluarkan zakat dalam jumlah banyak, namun jumlah zakat Anda dipublikasikan, dan selalu Anda sebutkan, maka niat Anda untuk membayar zakat adalah salah. Melakukan karma untuk ibadah bernilai Riya.

Kalau mau mengeluarkan Zakat karena Allah Ta’ala, lain soalnya. Setelah selesai tidak dipikirkan dan tidak diperlihatkan kepada masyarakat. Maka niat ibadah anda benar.

Ketika Anda ingin menyalurkan Zakat kepada keluarga Anda, Anda harus memberitahukan kepada penerima bahwa uang yang Anda berikan adalah uang Zakat. Uang yang Anda berikan dimaksudkan untuk membantu keadaan, bukan sebagai pinjaman utang atau biaya kewajiban Anda.

Setelah membagikan Zakat kepada keluarga, Anda tidak diperbolehkan menggunakan uang yang dibagikan. Kalau dibiarkan maka niatnya berubah, tidak lagi jujur ​​karena Allah. Apalagi jika kembali membicarakan uang zakat, akan melukai perasaan anggota keluarga yang mendukung Anda. Anda dapat menjaga persahabatan dengan keluarga Anda bahkan dengan menangis.

Pembayaran Dengan Qris

Menyalurkan Zakat Malla secara langsung kepada keluarga mempunyai dampak positif dan negatif. Positifnya dapat meningkatkan ikatan persahabatan. Namun jika keluarga yang menafkahi miskin karena malas, maka jumlah zakat yang disalurkan akan hilang.

Jika Anda ragu untuk menyalurkan Zakat kepada keluarga dekat Anda, atau Anda tidak memiliki keluarga di antara penerima Zakat, Anda dapat menyalurkannya ke lembaga yang terpercaya. Lembaga yang mengelola zakat menguntungkan dan proporsional dengan kebutuhan penerima zakat.

Sebaiknya Anda memikirkan matang-matang dalam memilih lembaga zakat, agar uang yang Anda salurkan sampai ke tangan yang tepat. Pilihlah organisasi yang dapat mengelola dana Zakat Anda dengan lebih produktif. Bukan hanya dengan belanja, namun memberikan uang kepada mushtaq secara cuma-cuma.

Dompet Dhuafa memiliki banyak program pemberdayaan untuk meningkatkan produktivitas masyarakat miskin. Anda bisa berpartisipasi dalam #Menebar Kebaikan dengan menyalurkan Zakat di program Dompet Dhuafa. Mari jadikan Zakat sebagai pedoman hidup agar rezeki dan harta yang diterima semakin berkah. Yang sudah punya penghasilan dan sudah mencapai nishab juga. Upasana adalah sebagian dari zakat komersial atau jumlah zakat penghasilan yang wajib dikeluarkan dari hasil kerja (gaji) atau penghasilan yang diperolehnya. Sekian artikel tentang penghasilan zakat anak yatim dan janda, yuk simak hukumnya.

See also  Usaha Kecil Kecilan Di Rumah

Manfaat Zakat Untuk Fisabilillah Bidang Pendidikan

Bagi yang mempunyai harta, zakat merupakan suatu kewajiban. Sebagaimana firman Allah Ta’ala: “Dan dirikanlah shalat dan keluarkan zakat…” (QS. Al-Baqarah: 110). Dan para ulama juga telah mengatur beberapa jenis zakat barang yang harus dikeluarkan oleh orang yang mempunyai harta dan telah mencapai Nishab.

C, sebagian orang mungkin bertanya-tanya kemana harus mengeluarkan zakat penghasilan. Cara penyaluran zakat penghasilan menggunakan metode yang berbeda-beda. Anda bisa berdonasi ke Pusat Amil Zakat seperti Lajnas Griha Yatim dan Dhuafa. Pengiriman ke Amil Institute dapat dilakukan melalui Kitabisa, Donasiberkah, Gojek, shopee, lazada.

Kak, selanjutnya Lajnas Grhyya Yatim dan Dhuafa menyalurkan Zakat kepada orang-orang yang membutuhkan. Dan dia termasuk dalam kelompok orang yang berhak menerima Zakat. Nah, cara lainnya, Anda bisa menggeliat dengan memberikan zakat kepada orang-orang yang membutuhkan atau orang-orang di sekitar Anda. Faktanya, seringkali yang menerima zakat dari penghasilan Anda adalah saudara atau saudara Anda sendiri.

Di sini muncul pertanyaan. Apakah Zakat Diberikan Kepada Kerabat atau Kerabat dan Apakah Sah? Dalam hal ini ulama memperbolehkan saudara atau sanak saudara untuk mengeluarkan zakat. Namun, ada situasi yang perlu kita ketahui terlebih dahulu sebelum mengeluarkan zakat. Istilah-istilah tersebut adalah:

Pakar Fikih Kontemporer: Zakat Ditentukan Secara Hukum Syara’

Saudara atau kerabat tersebut termasuk dalam kelompok yang wajib menerima zakat. Oleh karena itu golongan penerima zakat adalah fakir miskin, fakir miskin, gharim (orang yang berhutang), dai, fisbilillah, hamba-hamba, ibnu sabil dan amil.

Didi, tahukah Anda bagaimana cara memberikan zakat kepada saudara atau kerabat yang bukan termasuk orang yang Anda dukung. Jadi, siapakah orang-orang yang menjadi tanggung jawab kita untuk menyediakannya? Yang menerima zakat penghasilan atau zakat umum lainnya hanyalah baris atas dan bawah. Misalnya orang tua, pasangan, anak dan cucu.

Kak, dalam hal ini ulama memperbolehkan pemberian zakat kepada saudara laki-laki, saudara perempuan, bibi atau kerabat dekat lainnya. Apalagi ketika saudara kandung atau sanak saudaranya terlilit hutang atau berada dalam kedudukan janda atau yatim piatu.

Zakat diberikan kepada saudara perempuan, sanak saudara yang terbebani hutang atau janda atau yatim piatu. Manfaatnya luar biasa dibandingkan dengan zakat biasa. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Zakat kepada orang miskin sama dengan zakat biasa. Zakat kepada sanak saudara mempunyai dua nilai, yaitu zakat dan menjaga silaturahmi. (HR. Ahmad, Nasai, Turmudzi, ).

See also  Tips Supaya Dagangan Laris Manis

Pengertian Dan Perhitungan Zakat Penghasilan

Ayo Kak, Lajnas Grha Yatim dan bayarkan penghasilan zakatmu ke Dhufa, Insya Allah akan memberkahi pemberi dan penerima zakat. Dan semoga Allah menerimanya dan memberikan pahala yang lebih baik. Amin. Itulah artikel mengenai zakat penghasilan anak yatim dan janda, membayarnya merupakan salah satu hal yang penting untuk diperhatikan ketika kita membayarkan zakat kepada orang yang memberi kita dana zakat. Allah SWT menjelaskan secara rinci tentang orang-orang yang berhak menerima zakat dalam salah satu firman-Nya dalam surat At-Taubah ayat 60.

“Sesungguhnya zakat itu hanya untuk orang-orang yang membutuhkan, orang-orang miskin, orang-orang yang menerima zakat, yang hatinya dilunakkan, hamba-hamba (yang merdeka), yang berhutang (yang merdeka) karena Allah, dan orang-orang yang bepergian, sebagai kewajiban kepada Allah. Maha Mengetahui lagi Maha Mengetahui” (QS. Taubah ayat 60).

Pada ayat di atas dijelaskan bahwa orang-orang yang berhak menerima zakat dirangkum menjadi delapan golongan. Kedelapan kelompok yang disebutkan dalam ayat di atas telah dipilih sebagai penerima Zakat secara umum, baik Zakat Fitrah maupun Zakat Mal (kekayaan).

Zakat tidak dapat diberikan kepada kedua orang tuanya dalam hal pemberi zakat (muzaqi) harus menghidupi orang tuanya.” (Ibnu al-Mundazir, al-Ijma

Zakat Dan Asnaf

Apa yang dikatakan oleh Ibnu al-Mundazir, ketidakmampuan memberikan zakat kepada kedua orang tuanya hanya sebatas pada keadaan dimana sudah menjadi kewajiban muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) yang diberikan kepada kedua orang tuanya. Diasumsikan bahwa anak adalah orang yang berkompeten, sedangkan orang tuanya tidak. Jadi sudah menjadi tugas anak untuk membantu orang tuanya.

Dalam hal ini, jika seorang anak menunaikan zakat kepada orang tuanya, berarti mereka tidak membutuhkan nafkahnya dan berakhirlah kewajiban anak untuk menafkahi orang tuanya. Alhasil, manfaat zakat kembali kepada anak, dan dialah yang mengeluarkan zakat untuk dirinya sendiri.

Berdasarkan penjelasan singkat tersebut dapat disimpulkan bahwa seperti pada pertanyaan di atas – pemberian 2,5% dari penghasilan yang diberikan kepada orang tua tidak termasuk dalam kategori Zakat, namun termasuk dalam kategori Shodakoh.

Bolehkah zakat penghasilan diberikan kepada mertua, bolehkah zakat mal diberikan kepada orang tua sendiri, bolehkah zakat diberikan kepada orang tua, bolehkah zakat harta diberikan kepada orang tua, apakah zakat penghasilan boleh diberikan kepada orang tua, zakat diberikan kepada orang tua, bolehkah zakat penghasilan diberikan ke orang tua, zakat penghasilan diberikan kepada, bolehkah zakat profesi diberikan kepada orang tua, zakat penghasilan diberikan kepada orang tua, bolehkah zakat penghasilan diberikan kepada saudara, bolehkah zakat mal diberikan kepada orang tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *